Laman

Rabu, 12 Oktober 2011

cerpenku - cerita sahabat



 CERITA SAHABAT

Pagi yang cerah ketika ayam berkokok dan burung berkicau bangkit dari sarangnya. Sekumpulan sahabat berkumpul untuk menunggu pengumuman kenaikan kelas yang terakhir. Mereka itu Bariah, Icha, Nani dan Dita. Dengan semangatnya menunggu pengumuman itu walau kegelisahan melanda hati masing-masing.
        Matahari pun mulai naik, tetapi pengumuman itu belum saja diumumkan. Ceceran peluh pun tak lagi dipedulikan. Kaki yang penat pun tak berasa. Di dalam hati, ku mulai bertanya-tanya apakah kami semua akan naik kelas ? Dan apakah persahabatan kami akan tetap berkumpul dalam satu kelas ? Aaaah... Tak dapat ku berpikir terlalu jauh, letih rasanya diriku menunggu bagai anak ayam yang menanti sang induk mencari makan.
        Tiba-tiba salah seorang guru berjalan menghampiri papan pengumuman dan menempelkan sesuatu. Dengan segera kami pun berlarian menghampiri papan pengumuman itu. Ah, Syukurlah kami semua naik kelas. Tapi, apa yang kami takutkan terjadi. Perpisahan itu tak dapat dipungkiri lagi. Persahabatan kami yang telah berjalan hampir 3 tahun terpisah oleh ruang kelas yang berbeda.
         Melihat pengumuman itu tubuh ku menjadi lemas tak berdaya. Melihat diriku yang terduduk dipinggir koridor sekolah, mereka semua pun menghampiri. “ Cha, aku tau kamu sedih, kami pun begitu juga. Tetapi walau pun kita terpisah kelas, tak berarti persahabatan kita harus bubar. Kita ‘kan masih tetap bisa berkumpul diwaktu istirahat dan diluar sekolah. “, Seru Dita sok bijak. “ Tapi kita ‘kan terpisah kelas cukup jauh aku dan Nani dikelas XII A, sedangkan kalian dikelas XII H. “, Jawabku mengelak.
        “ Tak apalah Cha, meskipun terpisah ruang dan waktu persahabatan kita harus tetap berlanjut. Okey ! “, Teriak Bariah memberi semangat. Icha tersenyum.
Setelah pengumuman itu, sekolah pun diliburkan selama dua pekan.

*     *     *

        Tak terasa waktu liburan pun telah habis, semua siswa harus kembali turun kesekolah. Duh, malas rasanya jika harus melakukan rutinitas belajar lagi. Tapi tak apalah belajar itu ‘kan penting. Kami semua berangkat kesekolah.
        “ Teng... Teng... Teng...!!!! “, Bel pun berbunyi yang merupakan pertanda akan dimulainya pelajaran. Semua siswa pun masuk kekelas masing-masing.

Dikelas XII A.
        Ibu guru masuk kekelas dan memperkenalkan seorang siswa baru. “ Anak-anak tolong ibu minta perhatiannya ! (semua siswa diam) Anak-anak mulai hari ini kalian akan mendapatkan teman baru namanya Nida. Nida ayo masuk sini. “, Ajak Bu guru. Nida pun masuk dan memperkenalkan dirinya.
“ Nama saya Nida, saya berasal dari SMA 1 Banjarbaru. Salam kenal buat kalian semua ! “, Ucap Nida dengan nada gugup. Ibu guru pun mempersilahkan Nida duduk di bangku yang kosong.
        Bangku kosong ternyata ada dibelakang bangku Icha dan Nani. Dengan ramah Icha menyapa Nida, “ Hai... namaku Icha, senang berkenalan denganmu ! “.
“ Senang juga berkenalan denganmu ! “, Jawab Nida. Dengan rada sewot Nani menyahut pembicaraan Icha dan Nida, “ Eh, sudah dulu perenalannya. Perhatiin tuh Ibu menjelaskan “. Icha hanya nurut.

*     *     *

        Karena terpisah kelas keakraban kami pun berkurang. Hubungan persahabatan kami semakin merenggang. Apalagi Nida murid bari itu merasa tidak senang dengan persahabatan kami, dia berusaha untuk merebut Icha karena hanya Icha lah orang yang mau berteman dengannya.
        Hari itu sepulang sekolah, “ Icha...”, Teriak Bariah dan Dita. “ Hei, ada apa ? “, Tanya Icha. “ Hari ini ngumpul dirumah aku yaaa sekalian entar kita shopping bareng-bareng, gimana ? “, Ajak Dita.
“ Oh, sorry banget nih. Hari ini aku ada janji sama Nida. Lain kali aja yaa ! “, Sahut Icha sambil pergi meninggalkan mereka berdua. Tiba-tiba Nani keluar dari kelas, “ Eh ! Bariah, Dita... ada apa nih ?? “, Sapa Nani.
“ Eh, Nani kenapa tuh Icha sekarang berubah banget semenjak temenan sama Nida. Diapain Nida tuh anak sampai berubah derastis banget sikapnya. “, Jelas Dita marah-marah. “ Husss... Dita, kamu jangan sembarangan ngomong donk !! Main salah-salahin orang, mungkin juga Icha berubah karena jarang sekali kita ngumpul semenjak pengumuman kenaikan kelas itu. “, Sambung Bariah menasehati Dita.
        “ Tapi ada benernya juga apa yang dikatakan Dita, aku yang sekelas sama dia aja merasa perubahan Icha semjak berteman sama Nida. Aku takut Icha diguna-gunain Nida atau tidak Nida pengen merebut Icha dari kita ! Emang kalian diapain sama Icha sih ?? “, Jawab Nani yang sependapat dengan Dita.
        “ Ceritanya tuh begini, tadi ‘kan kami ngajakin Icha ngumpul bareng sambil shopping. Eh, taunya dia nolak. Katanya sudah ada janji sama Nida. Huh, aku bingung dengan Icha, biasanya dia paling cepat kalau diajak shopping !!! “, Sambung Dita yang jengkel dengan sikapnya Icha.
       
Keesokkan harinya.
        Pagi-pagi setiba di sekolah Nani dengan cetusnya memarahi Icha. “,Cha, sini dulu aku mau bicara ! Eh, Cha kamu ini kenapa sih berubah banget semenjak berteman sama tuh anak baru. “, Seru Nani. “ Berubah apanya? Menurutku, aku tetap kayak biasa tuh. Dan lagian ada apa dengan Nida ? “, Jawab Icha bingung melihat Nani marah-marah sama dia.
        “ Aaaaahhh, nggak sadar kah kamu tuh berubah dan pasti Nida itu yang menjampi-jampi kamu !!!!!! “, Hela Nani. “ Aku nggak sadar tuh ! Dan kamu Nani jangan nuduh orang sembarangan kayak gitu kalau nggak ada buktinya. Emmm, Lagian Nida tuh orangnya baik, kok. “, Sahut Icha.
“ Ahh, baik katamu ? bullshit. “, Jawab Nani. “ Jaga mulutmu, tak semua orang serendah yang kamu kira. Terus.. kenapa sih kamu tuh sok ngurusin hidupku segala memang kamu ortu ku ?? “, Jawab Icha yang mulai naik pitam.
“ Ya jelas lah, kita kan sahabat. Cha, kamu ini benar-benar keras kepala ! “, Seru Nani.
         Tiba-tiba Nida datang. Dengan juteknya, “ Aku memang keras kepala, kenapa ? SUDAH ! mulai sekarang nggak ada lagi namanya sahabat karena mulai detik ini persahabatan kita PUTUS !!!!!! “, Teriak Icha sambil menarik Nida pergi.
        Nani yang tersentak kaget dengan apa yang telah Icha ucapkan tak mau tinggal diam, dia segera kekelas XII H menemui Dita dan Bariah untuk menceritakan kejadian ini.

*     *     *

Di dalam kelas.
        Icha pindah duduk kesamping Nida. Melihat itu Nani pun tak dapat menahan emosinya, Nani langsung mengirim pesan kepada Dita dan Bariah untuk datang menemuinya di kelas. Dita dan Bariah pun datang, tak menunggu lama mereka bertiga pun langsung melabrak Nida dihadapan Icha.
        Mereka bertiga memarahi Nida karena dituduh telah merebut Icha dan menghancurkan persahabatan mereka. Nida yang tak tau apa-apa kaget melihat Nani, Dita dan Bariah marah-marah sama dia dan mendorong dia hingga jatuh dari kursi.
Melihat itu Icha pun menangis, “ Stop... !!! stop,stop,stop ! “, Teriak Icha melerai perdebatan itu. Sambil terhingak-hingak Icha menbantu Nida bangun.
        “ kalian ini apa-apaan sih !!! “, Tanya Icha. Dengan sergap, “ Icha kamu diam ! Ini urusan kami dengan Nida. “, jawab Dita. “, Aaaaah, sudah cukup ! Sebenarnya yang salah aku, aku yang mutuskan persahabatan, semua nggak ada kaitannya dengan Nida. Kalian jangan salahkan Nida, kasihan Nida. Aku yang salah, aku,aku,aku ! “, Teriak Icha. Mereka semua pun terdiam.
        Nida mendekati Icha. “ Cha, yang salah bukan kamu tetapi aku. Memang aku yang salah dan aku pantas menerima ini. Cha, ini memang kulakukan sengaja membuat kalian terpisah. Aku melakukan itu karena aku merasa kesepian tak ada yang mau berteman sama aku kecuali kamu. Maafkan aku Cha ! “, Jelas Nida sambil meneteskan air mata. “ Sudahlah, Aku memaafkan kamu kok. Yang penting kamu sudah mengakui perbuatan kamu dan ku harap jangan diulangi lagi. “, Jawab Icha sambil menyapu air mata.
        “ Terima kasih Cha ! “, Sahut Nida sambil memeluk Icha. Icha hanya tersenyum. “ Kepada kalian bertiga aku juga minta maaf karena sudah membuat persahabatan kalian menjadi putus ! “, Ucap Nida kepada Nani, Dita dan Bariah.
“ Iya, kami memaafkan kamu dan.. aku juga minta maaf yaa karena sudah kasar sama kamu ! “, Jawab Nani.
Nani mendekati Icha, “ Cha, persahabatan kita nggak jadi putus ‘kan ? “. Icha hanya menggelengkan kepala yang berarti tidak. Nani, Dita dan bariah memeluk Icha. Dan tinggallah Nida dibelakang yang terharu melihat begitu eratnya persahabatan mereka. Nida pun berpaling dan pergi meninggalkan mereka, tetapi dicegah oleh Icha.
        “ Nida, tunggu ! “, Teriak Icha.
        “ Da, atas usul dari mereka semua apakah kamu mau jadi sahabat kami ? “, Tanya Icha. Nida hanya tersenyum.

        Demikianlah cerita sahabat, persahabatan muncul bukan dari sebuah kesalahan tetapi persahabatan muncul dari sebuah kebaikkan yang kita lakukan.


_THE END_

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kebebasab berkomentar yang penting positif ..